Tampilkan postingan dengan label NIGERIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NIGERIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

Asal Usul Kerajaan Nri di Negeri Igbo

Ilustrasi
Kerajaan Nri dianggap sebagai pusat kebudayaan suku Igbo. Nri dan Aguleri adalah asal penciptaan mitos Umueri-Igbo yang berada di wilayah klan Umu-Eri, yang garis keturunannya kembali ke patriarkal figur raja Eri.

Kamis, 23 Juni 2016

Hampir 200 Pengungsi Nigeria Mati Kelaparan

Relawan kemanusiaan medis Dokter Lintas Batas (MSF) mengatakan, dalam sebulan terakhir, hampir 200 pengungsi yang menyelamatkan diri dari serangan kelompok Boko Haram, telah meninggal karena kelaparan dan dehidrasi di kamp di kota Bama, timur laut Nigeria.

Menurut pernyataan lembaga medis dunia itu pada Rabu (22/6), para pengungsi berbicara tentang anak-anak yang mati kelaparan dan mereka menggali kuburan baru setiap hari.

Dikutip MirajNews.com/id, MSF mengatakan, sebuah kondisi "darurat bencana kemanusiaan" berlangsung di sebuah kamp darurat di sebuah kompleks rumah sakit, tempat 24.000 orang telah mengungsi.

Para dokter menyebut 16 anak kurus berisiko meninggal. MSF menemukan, satu dari lima, dari 15.000 anak yang menderita kekurangan gizi akut.

"Kami melihat trauma pada wajah pasien kami yang telah menyaksikan dan selamat dari banyak kengerian," kata Ghada Hatim, Kepala MSF misi di Nigeria.

Timnya mencapai Bama pada Selasa (21/6) setelah konvoi militer berangkat dari Maiduguri, ibukota negara bagian Borno yang merupakan markas militer Nigeria.

Meskipun Bama hanya berjarak 70km arah tenggara dari Maiduguri, bentrokan yang sedang berlangsung antara pemberontak dan pasukan pemerintah membuat perjalanan tidak aman.

Dr Christopher Mampula dari MSF menjelaskan melalui telepon dari Paris, kondisi rawan itu membuat petani tidak menanam tanaman selama 18 bulan.

Militan Boko Haram sering menyerang dengan membakar rumah-rumah dan menghancurkan sumur milik penduduk di daerah yang suhunya sering di atas 40 derajat.

Kelompok bersenjata merebut Bama pada bulan September 2014 dan tentara Nigeria merebutnya kembali pada Maret 2015.

Menurut PBB, pengungsi di Bama berjumlah sekitar 1,8 juta warga Nigeria yang terpaksa meninggalkan rumahnya dan tinggal di dalam negeri. Sementara 155.000 lainnya berada di negara-negara tetangga.

Rabu, 18 Mei 2016

Satu dari 200 Siswi Nigeria yang Diculik Ditemukan

Doa bersama keluarga para siswi yang diculik Boko Haram. (AA)
Satu dari 200 lebih siswi Nigeria yang diculik oleh Boko Haram pada tahun 2014 telah ditemukan, menurut gerakan #BringBackOurGirls.

Koordinator gerakan, Oby Ezekwesili yang telah berkampanye untuk membebaskan para perempuan yang diculik, menegaskan kebenaran berita itu di akun Twitter-nya pada Rabu (18/5) pagi.

"Ketua #ChibokParents telah mengkonfirmasi berita bahwa ONE of OUR #ChibokGirls ditemukan," katanya dalam twitter.

Setidaknya 276 anak perempuan diculik dari asrama sekolah mereka di kota Chibok, timur laut Nigeria pada tanggal 14 April 2014, oleh militan Boko Haram.

Hosea Tsambido, ketua komunitas Chibok di ibukota Abuja menegaskan kebenaran itu kepada pemerintah.

"Ya memang benar bahwa salah satu gadis telah ditemukan dan diidentifikasi sebagai salah satu dari mereka yang diculik. Tapi kita sedang menunggu rincian lebih lanjut," kata Tsambido kepada Anadolu Agency melalui telepo. (Rudi Hendrik)

(Sumber: Mirajnews.com/id)

Selasa, 12 April 2016

Pelaku Bom Bunuh Diri Anak di Afrika Meningkat 10 Kali


Anak-anak Nigeria. (Foto: One.org)

Lembaga PBB UNICEF mengatakan pada Selasa (12/4), jumlah anak yang digunakan sebagai pelaku bom bunuh diri di wilayah Lake Chad meningkat 10 kali lipat sejak 2014.

Data itu terungkap di dalam sebuah laporan UNICEF yang berjudul “Beyond Chibok”.

Dikutip dari Mirajnews.com/id, laporan menyatakan bahwa 75 persen anak pelaku bom bunuh diri di bawah umur itu adalah perempuan.

Jumlah pelaku bom bunuh diri anak meningkat dari empat orang pada 2014 menjadi 44 orang pada 2015.
Laporan itu muncul dua hari sebelum genap dua tahun lamanya setelah aksi penculikan terhadap lebih 200 siswi di Chibok, kota Nigeria di negara bagian Borno. Penculikan itu didalangi oleh kelompok Boko Haram dan ratusan siswi itu hingga sekarang belum berhasil ditemukan.
"Antara Januari 2014 hingga Februari 2016, Kamerun mencatat jumlah tertinggi serangan bunuh diri yang melibatkan anak-anak (21 orang), diikuti oleh Nigeria (17 orang) dan Chad (2 orang)," menurut laporan tersebut.
Tahun lalu, kata laporan itu, anak-anak digunakan dalam salah satu dari dua serangan di Kamerun, satu dari delapan serangan di Chad dan satu dari tujuh serangan di Nigeria.
"Mari kita perjelas, anak-anak ini adalah korban, bukan pelaku," kata Manuel Fontaine, Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Barat dan Tengah. "Menipu anak-anak dan memaksa mereka untuk melakukan tindakan mematikan telah menjadi salah satu aspek yang paling mengerikan dari kekerasan di Nigeria dan di negara-negara tetangga," tambahnya.
Fontaine mengamati, meningkatnya penggunaan anak-anak untuk bom bunuh diri membuat masyarakat memperlakukan anak-anak sebagai ancaman keamanan.
Krisis di wilayah itu juga mencatat bahwa ada hampir 1,3 juta anak terlantar, termasuk sekitar 1.800 sekolah ditutup, baik karena rusak, dijarah, dibakar atau digunakan sebagai tempat penampungan oleh orang-orang yang terlantar.
Lebih dari 5.000 anak-anak dilaporkan tanpa pendamping atau terpisah dari orang tuanya.

Menurut laporan itu, serangan bom bunuh diri untuk pertama kali menyebar ke negara tetangga mulai tahun lalu.