Tampilkan postingan dengan label BURKINA FASO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BURKINA FASO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2016

Upaya Kudeta di Burkina Faso Gagal

Jenderal Gilbert Diendere
Para pejabat keamanan di Burkina Faso mengatakan bahwa mereka telah berhasil menggagalkan rencana kudeta.

Dikutip dari MINA, rencana kudeta disalahkan kepada mantan pengawal kepresidenan di negara Afrika Barat itu. 

Pemerintah mengatakan pada Jumat (21/10) bahwa telah digagalkan "konspirasi besar" untuk merebut kekuasaan dari pasukan yang setia kepada pemimpin Blaise Compaore yang pernah digulingkan yang bertujuan untuk merebut kekuasaan.

Menteri Dalam Negeri Simon Compaore mengatakan, sekitar 30 orang dari unit keamanan mantan presiden berencana membebaskan tahanan yang merupakan bagian dari upaya kudeta September 2015 lalu yang kemudian berencana menyerang istana presiden.

Sebuah situs berita lokal Koaci.com mengutip Menteri Compaore yang mengatakan komplotan kudeta juga bermaksud menargetkan markas gendarmerie di ibukota, Ouagadougou.

Menurut Menteri, kudeta itu direncanakan pada 8 Oktober dan menyerukan penahanan terhadap pejabat tertentu.

Mereka juga diduga akan menciptakan pemberontakan di dalam barak militer dan meluncurkan pemberontakan menggunakan media sosial. Sedikitnya 10 orang telah ditangkap.

Kementerian Keamanan mengatakan, upaya kudeta terbaru digagalkan setelah dua mantan pengawal presiden tewas ketika mencoba masuk ke ibukota.

Blaise Compaore dipaksa turun dari kekuasaannya pada bulan Oktober 2014 setelah terjadi pemberontakan rakyat terhadap upaya untuk mengubah konstitusi agar dirinya tetap menjabat sebagai presiden.

Upaya kudeta juga pernah terjadi pada September 2015 oleh pasukan pengawal presiden yang setia kepada Blaise Compaore.

Resimen Keamanan Presiden (RSP) merebut kekuasaan presiden dan perdana menteri, dan menyatakan Dewan Nasional untuk Demokrasi sebagai pemerintah nasional yang baru.

Namun, pada 22 September 2015, pemimpin kudeta, Jenderal Gilbert Diendere, meminta maaf dan berjanji untuk mengembalikan pemerintahan sipil.

Pada 23 September 2015, perdana menteri dan presiden sementara dikembalikan ke kekuasaan. 

Sabtu, 06 Februari 2016

Al-Qaeda Klaim Culik Warga Australia di Burkina Faso

Hotel yang diserang AQIM di Ouagadougou, Burkina Faso. (Reuters)
Kelompok Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) mengklaim bertanggung jawab atas penculikan beberapa warga Australia bulan lalu di dekat perbatasan Burkina Faso dengan Mali.

Dr. Ken Elliott dan istrinya Jocelyn diculik dari kota utara Djibo pada 15 Januari 2016.

Dalam pesan audio yang diklaim bernama kelompok Al-Mourabitoun, sebuah cabang dari AQIM, pada Jumat (5/2) mengatakan telah memutuskan untuk melepaskan istri dokter tersebut tanpa syarat.

"Ini adalah kewajiban agama kami untuk menghormati warga sipil, berdasarkan hadis Nabi tentang tidak merugikan perempuan, orang tua dan anak-anak dan berdasarkan bimbingan oleh komandan kami," kata pernyataan audio yang dirilis pada saluran Telegram resmi AQIM.

Pasangan Australia itu telah tinggal di Djibo sejak 1972. Keuanya mengoperasikan klinik dengan 120 tempat tidur untuk mengobati penduduk setempat.

Mereka diculik ketika pejuang AQIM menyerbu sebuah hotel dan restoran di ibukota Ouagadougou dalam serangan yang menewaskan sedikitnya 27 orang.

Dalam rekaman audio, Al-Mourabitoun mengatakan, mereka bersedia bertukar sandera warga Australia dengan pejuang mereka yang ditahan.

Pada tanggal 23 November, Al-Mourabitoun juga mengaku bertanggung jawab atas sembilan jam penyanderaan di sebuah hotel bintang lima di ibukota Mali Bamako.


Kelompok itu mengatakan telah melakukan serangan yang menewaskan 21 orang dengan koordinasi bersama kelompok Imarat Al-Sahra.

(Sumber: Al Jazeera)

Selasa, 01 Desember 2015

Inilah Pemimpin Baru Burkina Faso

Roch Marc Christian Kabore (Bayiri.com)
Rakyat Burkina Faso akhirnya memilih Roch Marc Christian Kabore sebagai pemimpin baru bangsa itu, setelah melalui pemilu nasional bersejarah pada Ahad (29/11/2015).

Sabtu, 28 November 2015

Tanpa Compaore, Pemilu Burkina Faso Bersejarah

Kampanye pemilu di Burkina Faso (Joe Penney/Reuters)
Pemilu di Burkina Faso pada Ahad, 29 November 2015, akan menjadi pemungutan suara bersejarah, karena tidak menempatkan prsiden lama Blaise Compaore sebagai kandidat, setelah lebih 25 tahun terakhir.