Tampilkan postingan dengan label SUDAN SELATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUDAN SELATAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Kenya Deportasi Paksa Juru Bicara Oposisi Sudan Selatan

James Gatdet, Juru Bicara pemimpin oposisi Sudan Selatan Riek Machar (Foto: East Africa Daily)
Pemerintah Kenya mendeportasi seorang juru bicara oposisi bersenjata Sudan Selatan, James Gatdet Dak, pulang ke negaranya yang dilanda perang.

Rabu, 20 April 2016

Pemimpin Oposisi Sudan Selatan Dilarang ke Ibukota untuk Damai


Riek Machar.

Pemimpin oposisi bersenjata sekaligus mantan wakil presiden Sudan Selatan Riek Machar telah dilarang memasuki ibukota Juba untuk membentuk pemerintah persatuan setelah dua tahun perang saudara.

Machar menuding pemerintah memblokir dirinya untuk kembali ke ibukota.

Sesuai bagian dari kesepakatan pada Senin lalu,  Machar seharusnya kembali ke Juba hari itu juga untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 50.000 orang dan memaksa lebih 2 juta orang mengungsi.

Tapi, dua hari kemudian, ia belum bisa lepas landas dari Ethiopia, negara tempat ia menyewa sebuah pesawat untuk para pejabat dan sejumlah besar tentaranya.

Wartawan Al Jazeera Anna Cavell melaporkan dari Juba yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), kedua belah pihak telah saling tuduh melanggar kesepakatan.

"Sekarang ini adalah hari ketiga, apa yang tampak di Juba, kekacauan lengkap," kata Cavell. "Sulit untuk mendapatkan kejelasan tentang apa masalah sebenarnya."

Sudan Selatan terjun dalam konflik pada Desember 2013, setelah Presiden Salva Kiir menuduh Machar merencanakan kudeta. Pertempuran awalnya pecah di Juba, tapi setelah Machar dan pendukungnya melarikan diri dari kota, serangan itu menyebar.

Sejak itu, perang menghancurkan seluruh negeri. Badan-badan PBB juga memperingatkan bencana kelaparan dan isu tentara anak yang digunakan oleh kedua belah pihak. (Rudi Hendrik)

Senin, 01 Februari 2016

Tentara Sudan Selatan Dituduh Membunuh Lemas 50 Warga Sipil

Peerang saudara di Sudan Selatan membuat 1 juta warga mengungsi dan 4 juta terancam kelaparan. (Foto: EPA)
Komisi pemantauan gencatan senjata mengatakan, pasukan Sudan Selatan setidaknya membunuh 50 orang dengan cara membuatnya lemas di dalam kontainer dalam kondisi panas terik.

Insiden ini adalah salah satu dari beberapa daftar contoh pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pasukan kedua faksi yang bertikai di negara itu.

Pelanggaran itu diuraikan dalam sebuah laporan yang disusun oleh Pemantauan Bersama dan Komisi Evaluasi (JMEC) yang dibuat publik pada KTT Uni Afrika (AU) Ahad (31/1) lalu.

"Sekitar 50 orang mati lemas dalam sebuah kontainer sekitar 22 Oktober. Investigasi berlanjut.  Yang bertanggung jawan adalah pasukan Pemerintah," kata laporan itu dalam bab judul "pembunuhan warga sipil di Unity State", Al Jazeera memberitakannya.

Meskipun pada Agustus 2015 ada kesepakatan damai, tapi pertempuran terus berlanjut di negara itu, dan konflik sekarang melibatkan beberapa milisi yang menurut laporan AU didorong oleh agenda lokal dan serangan balas dendam.

Di Sudan Selatan, kontainer logam sering digunakan sebagai sel penjara darurat. Suhu di utara Unity State teratur di atas 40 derajat Celcius.

Bulan lalu, sebuah panel ahli PBB mengatakan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan pemimpin oposisi Riek Machar harus menghadapi sanksi atas peran mereka dalam perang.

Kepala JMEC Festus Mogae, mantan Presiden Botswana mengatakan, AU memiliki kewajiban untuk menanggapi tuduhan yang dimasukkan dalam laporan.


Kedua sisi pemerintah dan oposisi telah dituduh melakukan tindak pembantaian etnis, merekrut dan membunuh anak-anak serta melakukan pemerkosaan secara luas, penyiksaan dan pemindahan paksa penduduk untuk "membersihkan" daerah lawan mereka.

(Sumber: Al Jazeera)

Selasa, 15 Desember 2015

Kamp-Kamp Pengungsi Sudan Selatan Sangat Menyedihkan

Anak balita Sudan Selatan di pengungsian. (Foto: Christianals.com)
Kelompok bantuan di Sudan Selatan menjelaskan, kondisi di kamp-kamp pengungsi sangat menyedihkan, wartawan Al Jazeera melaporkan, Selasa (15/12) dari ibukota Juba.

Dua Tahun Perang Saudara Sudan Selatan, Tambah Hancur

Tentara Sudan Selatan. (Foto: Reuters)
Selasa, 15 Desember, tepat dua tahun Sudan Selatan masuki perang saudara yang telah memaksa satu juta orang mengungsi dan membuat empat juta orang menderita kelaparan.

Jumat, 13 November 2015

16.000 Anak Sudan Selatan Saling Perang

Tentara anak di Sudan Selatan (dok. SJW)
Sekitar 16.000 anak-anak telah diadu satu sama lain dalam episode kekerasan mengerikan dari konflik yang sudah berjalan 21 bulan di Sudan Selatan, menurut laporan lembaga Dana Anak-Anak PBB (UNICEF).

Sepintas Kenal Sudan Selatan, Negara Termuda di Dunia

Peta Sudan Selatan (WaterforSudan.Squarespace.com)
(Rudi Afrikanis) --- Sudan Selatan, secara resmi bernama Republik Sudan Selatan, adalah sebuah negara di Afrika Timur. Ibu kota dan kota terbesarnya adalah Juba, terletak di negara bagian Khatulistiwa Tengah sebelah selatan. 

Sabtu, 23 Mei 2015

PRESIDEN SUDAN SELATAN NILAI SANKSI AKAN PERBURUK PERANG



Presiden Sudan Selatan Salva Kiir. (dok. Nahar Net)

Juba, Sudan Selatan, 23 Mei 2015 (Rudi News) --- Presiden Sudan Selatan Salva Kiir telah memperingatkan, sanksi internasional yang diusulkan hanya akan memperburuk perang saudara di negaranya.