![]() |
| Presiden Perancis mengunjungi pasukannya di Sahel, Afrika. (Foto: ristophe Petit Tesson/Reuters) |
Tampilkan postingan dengan label MALI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MALI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Februari 2020
Senin, 30 Mei 2016
Lima Penjaga Perdamaian PBB Tewas di Mali
![]() |
| Tentara penjaga perdamaian di Mali, MINUSMA. (Foto: Flickr.com) |
PBB dan sumber polisi mengatakan pada Ahad (29/5), setidaknya
lima penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di pusat Mali oleh militan.
"Menurut informasi awal, lima penjaga perdamaian tewas.
Yang lain terluka parah dan dievakuasi," kata misi perdamaian MINUSMA
dalam sebuah pernyataan, demikian dikutip dari MirajNews.com/id.
PBB tidak segera mengkonfirmasi kewarganegaraan tentara yang
tewas, tetapi satu sumber polisi Bamako menunjukkan sekelompok pasukan penjaga
perdamaian Togo datang ke tambang dan terjadi serangan sekitar 50 kilometer
dari Mopti.
Laporan pertama telah menunjukkan empat penjaga perdamaian
Togo tewas dalam serangan pagi pada konvoi MINUSMA sekitar 30 kilometer (20
mil) barat dari kota Sevare di wilayah Mopti.
Kepala misi MINUSMA Mahamat Saleh Annadif mengutuk serangan
itu sebagai tindakan teror.
Serangan Ahad itu terjadi hanya dua hari setelah pihak
berwenang melaporkan lima tentara Mali tewas dan empat terluka pada Jumat,
ketika kendaraan mereka menabrak sebuah tambang di utara dan kemudian mendapat
tembakan berkelanjutan.
Pekan lalu, lima tentara penjaga perdamaian dari Chad juga tewas
dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan di timur laut oleh pejuang Ansar Dine.
Misi Mali adalah penyebaran aktif paling berbahaya bagi
pasukan penjaga perdamaian PBB sejak diluncurkan pada Juli 2013.
Angka PBB menunjukkan, setidaknya 64 anggota penjaga
perdamaian MINUSMA telah tewas dalam tugas aktif, sementara empat lainnya tewas
dalam insiden kebakaran.
Wilayah utara Mali telah dilanda kekerasan berulang karena
jatuh di bawah kendali pemberontak yang dipimpin kelompok Tuareg yang bersekutu
dengan kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda pada 2012.
Sabtu, 05 Desember 2015
Bukti Al-Qaeda dan ISIS Musuhan
Jumat, 27 November 2015
Mali Tangkap Dua Tersangka Penyerang Hotel Bamako
![]() |
| Polisi Mali (Foto: AFP) |
Pemerintah Mali mengatakan telah menangkap dua orang yang
diduga memiliki hubungan dengan penyerang di sebuah hotel mewah di Bamako pekan
lalu.
Juru bicara kementerian keamanan Mali, Amadou Sangho, mengatakan
pada Kamis (26/11), tetapi tidak mengungkapkan identitas dan peran tersangka
dalam serangan di Hotel Radisson Blu, Mi’rajIslamic News Agency (MINA) memberitakannya.
Sebuah sumber yang dekat dengan penyidik mengatakan kepada
kantor berita Reuters, tersangka dibawa untuk diinterogasi berdasarkan
informasi yang ditemukan pada salah satu ponsel penyerang.
Salah satu dari tersangka secara teratur berkomunikasi sejak
Agustus.
Jumat pekan lalu, beberapa orang bersenjata menyandera 170
tamu dan staf hotel yang berlangsung sekitar sembilan jam Jumat pekan lalu,
sebelum pasukan Mali dan internasional menyerbu hotel.
Dua puluh orang tewas, termasuk 14 warga asing, bersama
dengan dua penyerang, sementara sembilan orang terluka.
Menteri Keamanan Mali Salif Traore mengatakan pada Kamis, hanya
ada dua penyerang yang bersenjatakan AK-47 senapan serbu.
"Mereka melepaskan tembakan dari pintu masuk hotel, di
lobi, restoran, berbagai koridor. Mereka menembaki orang tanpa pandang
bulu," katanya kepada parlemen negara itu.
Kelompok Al-Murabitoun yang berafiliasi dengan Al-Qaeda
telah mengklaim berada di belakang serangan Jumat itu.
Dua hari kemudian, kelompok bersenjata lain dari
pusat Mali, Front Pembebasan Macina (LWF), juga mengaku bertanggung jawab. (Sumber: Mirajnews.com/id)
Langganan:
Postingan (Atom)



