![]() |
| Ilustrasi: Shaka, Raja Zulu |
Tampilkan postingan dengan label AFRIKA SELATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFRIKA SELATAN. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Februari 2020
Minggu, 08 Oktober 2017
Shaka 2: Merajai Kekaisaran Mthethwa dan Balas Dendam
Sabtu, 22 Oktober 2016
Afrika Selatan Akan Keluar dari ICC
![]() |
| Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (tengah). |
Afrika Selatan berencana menarik diri dari Pengadilan
Kriminal Internasional (ICC) karena menganggap kewajibannya tidak sesuai dengan
undang-undang yang memberikan pemimpin negara kekebalan diplomatik.
Dikutip dari MINA, Menteri Kehakiman Afrika Selatan Michael Masutha mengatakan
pada Jumat (21/10) bahwa pemerintah akan segera mengajukan RUU di parlemen
untuk menarik diri dari pengadilan di Den Haag tersebut.
Langkah itu diambil di saat beberapa negara Afrika
mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang mereka sebut penargetan yang tidak
proporsional oleh ICC terhadap benua Afrika.
Masutha mengatakan, RUU akan mengusulkan bahwa Afrika
Selatan mencabut Statuta Roma, karena undang-undang ICC "bertentangan dan
tidak konsisten dengan" hukum kekebalan diplomatik negara itu.
"Ini sebuah pilihan sulit yang harus dibuat," kata
Masutha kepada wartawan di ibukota Pretoria.
Tahun lalu, Afrika Selatan mengatakan akan meninggalkan ICC
setelah menghadapi kritik karena tidak menangkap Presiden Sudan Omar Al-Bashir
ketika mengunjungi negara itu.
Presiden Bashir telah dituduh melakukan genosida dan
kejahatan perang, tapi ia telah membantah tuduhan itu.
"Para pejabat di sini mengatakan ICC tidak adil karena
menargetkan pemerintah dan pemimpin Afrika," kata wartawan Al Jazeera Haru Mutasa di Johannesburg.
Sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters di PBB pada Kamis
(20/10) menunjukkan bahwa langkah tersebut akan berlaku selama satu tahun
setelah pemberitahuan secara resmi diterima oleh Sekretaris Jenderal Ban
Ki-moon.
Dokumen pengajuan itu tertanggal 19 Oktober 2016 yang
ditandatangani oleh Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika
Selatan Maite Nkoana-Mashabane.
ICC yang dibuka pada bulan Juli 2002 dan memiliki 124 negara
anggota, adalah badan hukum pertama dengan yurisdiksi internasional permanen
untuk mengadili pelaku kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan
kejahatan perang.
Negara Afrika lain, Burundi, tampaknya akan menjadi negara
pertama yang menarik diri dari Statuta Roma, perjanjian 1998 untuk pembentukan
pengadilan dunia.
Presiden Burundi Pierre Nkurunziza menandatangani sebuah
dekrit pada Selasa (18/10), tapi PBB belum secara resmi diberi tahu.
Negara-negara Afrika lainnya juga mengancam akan melakukan penarikan,
karena mereka menuduh pengadilan tidak proporsional terhadap negara-negara
benua itu.
"Mereka ingin ICC memperluas jangkauannya dan
mungkin menargetkan pemimpin dari Amerika Serikat dan Eropa," tambah
Mutasa.
Senin, 25 Januari 2016
Cara Pelajar Afrika Selatan Buktikan Keperawanannya
![]() |
| Mahasiswi Afrika Selatan. (Foto: dok. Ie-ie.org) |
Salah satu penerima beasiswa keperawanan di Afrika
Selatan mengatakan kepada News24 bahwa dia tidak keberatan dua kali check-up demi mengajukan permohonan
untuk mendapatkan beasiswa.
Mahasiswi farmasi berusia 22 tahun mengatakan, seorang
wanita tua memeriksanya pada bulan Juni dan Juli 20015.
"Mereka membuka vagina saya dan melihat, tetapi
mereka tidak memasukkan apa pun di dalamnya," katanya.
Jumat lalu (22/1), kotamadya uThukela, di KwaZulu-Natal
(KZN), mengumumkan 113 siswa akan menerima beasiswa untuk melanjutkan
pendidikan tinggi di negeri itu.
Keputusan pemerintah kota memunculkan program itu terjadi
saat kekacauan parah terjadi dalam pendidikan tinggi di Afrika Selatan.
Aktivis hak-hak perempuan mengkritik kotamadya terkait
program beasiswa untuk siswi itu.
Untuk mendapatkan beasiswa, siswi harus membuktikan dirinya
masih perawan.
Jabulani Mkhonza, juru bicara pemerintah kota
menggambarkan, beasiswa bagi perawan sebagai cara untuk mendorong
"perempuan untuk menjaga diri tetap perawan dan tidak aktif dari aktivitas
seksual dan fokus pada belajar mereka".
"Mereka, anak-anak yang telah diberikan beasiswa
akan diperiksa setiap kali mereka datang kembali dari liburan. Beasiswa akan dicabut
jika mereka kehilangan keperawanannya," kata Mkhonza kantor berita AFP.
Minggu, 24 Januari 2016
Cara Afrika Selatan Jaga Keperawanan Pelajar
![]() |
| Pelajar Afrika Selatan. (Foto: Fstimes.co.za) |
Aktivis hak-hak perempuan mengkritik sebuah kotamadya
Afrika Selatan terkait program beasiswanya untuk pelajar yang bisa membuktikan
dirinya masih perawan.
Jumat lalu (22/1), kotamadya uThukela, di KwaZulu-Natal
(KZN), mengumumkan 113 siswa akan menerima beasiswa untuk melanjutkan
pendidikan tinggi di negeri itu.
Enam belas beasiswa secara khusus ditujukan untuk siswa
yang tidak aktif secara seksual, sebagai bagian dari program yang disebut Maiden Bursary Awards.
Program ini dimulai pada Januari 2015, tetapi tidak jelas
berapa banyak siswa yang diberikan beasiswa pada 2015.
Sisonke Msimang, konsultan advokasi dan pengembangan
kebijakan untuk proyek Keadilan Jender Sonke di Johannesburg mengatakan,
keputusan pemerintah kota adalah "gagasan buruk" dari begitu banyak “lapisan
kekonyolan”.
"Menjadi aktif secara seksual dan mencari pendidikan
tidak ada hubungannya dengan satu sama lain," kata Msimang kepada Al
Jazeera.
Kami tidak mendukung apa pun yang merusak hak-hak
perempuan, baik itu budaya atau bukan. Jika rincian ini benar, kita pasti akan
merasa keberatan dan akan terlibat dengan pemerintah kota untuk mengatasinya.
Jabulani Mkhonza, juru bicara pemerintah kota
menggambarkan, beasiswa bagi perawan sebagai cara untuk mendorong
"perempuan untuk menjaga diri tetap perawan dan tidak aktif dari aktivitas
seksual dan fokus pada belajar mereka".
"Mereka, anak-anak yang telah diberikan beasiswa
akan diperiksa setiap kali mereka datang kembali dari liburan. Beasiswa akan dicabut
jika mereka kehilangan keperawanannya," kata Mkhonza kantor berita AFP.
Sebagai reaksi terhadap laporan itu, Departemen Perempuan
mengatakan, mereka menyadari laporan tentang program beasiswa, dan akan
menyelidiki masalah itu.
"Kami tidak mendukung apa pun yang merusak hak-hak
perempuan. Jika rincian ini benar, kami pasti akan merasa keberatan, dan membahasnya
bersama pemerintah kota untuk menyelesaikannya," kata Charlotte Lobe,
mediator penghubung di departemen perempuan.
Afrika Selatan adalah rumah bagi 6,4 juta orang positif
HIV, yang tertinggi di dunia.
Selasa, 19 Januari 2016
14 Juta Rakyat Afrika Selatan Terancam Kelaparan
![]() |
| Gagal panen di Afrika Selatan karena cuaca El Nino. (Foto: Saaci.org) |
Program
Pangan Dunia (WFP) mengatakan, sekitar 14 juta orang di Afrika Selatan
menghadapi ancaman kelaparan akut karena cuaca El Nino menyebabkan gagal panen
tahun lalu.
Dalam
pernyataan yang dirilis pada Senin (18/1), WFP yang merupakan badan PBB cabang
bantuan makanan, memperingatkan, jumlah orang yang kekurangan makanan cenderung
meningkat di tahun 2016, karena kekeringan memburuk di seluruh wilayah.
"Yang
terburuk di wilayah miskin hujan tahun lalu adalah Malawi (2,8 juta orang
menghadapi kelaparan), Madagaskar (hampir 1,9 juta orang) dan Zimbabwe (1,5
juta), panen tahun lalu berkurang setengah dibandingkan tahun sebelumnya karena
besarnya gagal panen," kata pernyataan WFP.
"Di
Lesotho, pemerintah bulan lalu mengumumkan keadaan darurat kekeringan dan sekitar
650.000 orang - sepertiga jumlah penduduk - tidak memiliki cukup makanan,"
kata WFP, Mi’raj Islamic News
Agency (MINA) memberitakannya.
WFP
mengatakan, harga pangan di Afrika Selatan telah meningkat tajam karena
berkurangnya produksi dan persediaan.
"Saya
sangat prihatin, petani tidak akan dapat memanen tanaman yang cukup untuk
memberi makan keluarganya sendiri sepanjang tahun," kata Ertharin Cousin,
Direktur Eksekutif WFP, setelah kunjungannya ke Zambia selatan.
"Mereka
tidak bisa menjual yang sedikit untuk bisa menutupi biaya sekolah dan kebutuhan
rumah tangga lainnya," katanya.
Cuaca
El Nino yang erat mengacu pada pemanasan permukaan timur dan tengah Pacific
Basin, telah memberi dampak buruk di banyak dunia.
Fenomena
alam yang terjadi secara alami dan muncul setiap 2-7 tahun, sangat ekstrem pada
tahun 2015.
"Ini
(El Nino) yang terkuat sejak terakhir El Nino 1997-1998, dan lebih menonjol
dari El Nino yang terkuat setidaknya sejak 1950," katanya.
Bersamaan
ketika El Nino membawa kekeringan parah ke Afrika Selatan dan basah ke Afrika
Timur, Ethiopia juga dilanda kekeringan terburuk dalam 30 tahun terakhir.
PBB
mengatakan pada pekan ini, sekitar 400.000 anak-anak Ethiopia menderita gizi buruk
akut dan lebih dari 10 juta orang membutuhkan bantuan pangan.
Organisasi kemanusian Save the Children mengatakan,
kekeringan di Ethiopia berpotensi besar sebagai ancaman terhadap kehidupan
anak-anak sama seperti perang di Suriah.
Minggu, 13 Desember 2015
Shaka 1: "Anak Haram" Jadi Prajurit Tangguh
Tumbuhnya Kekuasaan Suku Zulu Afrika Selatan
Rabu, 15 Juli 2015
Sejarah Terbentuknya Cape Town Afrika Selatan
Selasa, 26 Mei 2015
AFRIKA SELATAN GUNAKAN AFRIKA DAY LAWAN XENOFOBIA
![]() |
| Demo anti-xenofobia (AFP/Getty Images) |
Johannesburg, Afrika Selatan, 26 Mei 2015 (MINA) - Pejabat pemerintah di Afrika Selatan
menggunakan perayaan Afrika Day
25 Mei, menyerukan
kesatuan di antara migran Afrika dan masyarakat pribumi, setelah sebulan terjadi gelombang
serangan anti warga asing di negara itu.
Minggu, 24 Mei 2015
SEJARAH PURBA AFRIKA SELATAN
Langganan:
Postingan (Atom)









