Tampilkan postingan dengan label AFRIKA SELATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFRIKA SELATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

Shaka 2: Merajai Kekaisaran Mthethwa dan Balas Dendam

Patung Raja Shaka di salah satu pasar di London.
Sebelumnya:


Ketika Senzangakhona (ayah Shaka) meninggal pada tahun 1816, adik tiri Shaka yang lebih muda bernama Sigujana, mengambil alih kekuasaan sebagai pewaris sah dari kepala Suku Zulu.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Afrika Selatan Akan Keluar dari ICC

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (tengah).
Afrika Selatan berencana menarik diri dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena menganggap kewajibannya tidak sesuai dengan undang-undang yang memberikan pemimpin negara kekebalan diplomatik.

Dikutip dari MINA, Menteri Kehakiman Afrika Selatan Michael Masutha mengatakan pada Jumat (21/10) bahwa pemerintah akan segera mengajukan RUU di parlemen untuk menarik diri dari pengadilan di Den Haag tersebut.

Langkah itu diambil di saat beberapa negara Afrika mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang mereka sebut penargetan yang tidak proporsional oleh ICC terhadap benua Afrika.

Masutha mengatakan, RUU akan mengusulkan bahwa Afrika Selatan mencabut Statuta Roma, karena undang-undang ICC "bertentangan dan tidak konsisten dengan" hukum kekebalan diplomatik negara itu.

"Ini sebuah pilihan sulit yang harus dibuat," kata Masutha kepada wartawan di ibukota Pretoria.

Tahun lalu, Afrika Selatan mengatakan akan meninggalkan ICC setelah menghadapi kritik karena tidak menangkap Presiden Sudan Omar Al-Bashir ketika mengunjungi negara itu.

Presiden Bashir telah dituduh melakukan genosida dan kejahatan perang, tapi ia telah membantah tuduhan itu.

"Para pejabat di sini mengatakan ICC tidak adil karena menargetkan pemerintah dan pemimpin Afrika," kata wartawan Al Jazeera Haru Mutasa di Johannesburg.

Sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters di PBB pada Kamis (20/10) menunjukkan bahwa langkah tersebut akan berlaku selama satu tahun setelah pemberitahuan secara resmi diterima oleh Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon.

Dokumen pengajuan itu tertanggal 19 Oktober 2016 yang ditandatangani oleh Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane.

ICC yang dibuka pada bulan Juli 2002 dan memiliki 124 negara anggota, adalah badan hukum pertama dengan yurisdiksi internasional permanen untuk mengadili pelaku kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

Negara Afrika lain, Burundi, tampaknya akan menjadi negara pertama yang menarik diri dari Statuta Roma, perjanjian 1998 untuk pembentukan pengadilan dunia.

Presiden Burundi Pierre Nkurunziza menandatangani sebuah dekrit pada Selasa (18/10), tapi PBB belum secara resmi diberi tahu.

Negara-negara Afrika lainnya juga mengancam akan melakukan penarikan, karena mereka menuduh pengadilan tidak proporsional terhadap negara-negara benua itu.

"Mereka ingin ICC memperluas jangkauannya dan mungkin menargetkan pemimpin dari Amerika Serikat dan Eropa," tambah Mutasa. 

Senin, 25 Januari 2016

Cara Pelajar Afrika Selatan Buktikan Keperawanannya

Mahasiswi Afrika Selatan. (Foto: dok. Ie-ie.org)
Salah satu penerima beasiswa keperawanan di Afrika Selatan mengatakan kepada News24 bahwa dia tidak keberatan dua kali check-up demi mengajukan permohonan untuk mendapatkan beasiswa.

Mahasiswi farmasi berusia 22 tahun mengatakan, seorang wanita tua memeriksanya pada bulan Juni dan Juli 20015.

"Mereka membuka vagina saya dan melihat, tetapi mereka tidak memasukkan apa pun di dalamnya," katanya.

Jumat lalu (22/1), kotamadya uThukela, di KwaZulu-Natal (KZN), mengumumkan 113 siswa akan menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di negeri itu.

Keputusan pemerintah kota memunculkan program itu terjadi saat kekacauan parah terjadi dalam pendidikan tinggi di Afrika Selatan.

Aktivis hak-hak perempuan mengkritik kotamadya terkait program beasiswa untuk siswi itu.

Untuk mendapatkan beasiswa, siswi harus membuktikan dirinya masih perawan.

Jabulani Mkhonza, juru bicara pemerintah kota menggambarkan, beasiswa bagi perawan sebagai cara untuk mendorong "perempuan untuk menjaga diri tetap perawan dan tidak aktif dari aktivitas seksual dan fokus pada belajar mereka".

"Mereka, anak-anak yang telah diberikan beasiswa akan diperiksa setiap kali mereka datang kembali dari liburan. Beasiswa akan dicabut jika mereka kehilangan keperawanannya," kata Mkhonza kantor berita AFP.


Minggu, 24 Januari 2016

Cara Afrika Selatan Jaga Keperawanan Pelajar

Pelajar Afrika Selatan. (Foto: Fstimes.co.za)
Aktivis hak-hak perempuan mengkritik sebuah kotamadya Afrika Selatan terkait program beasiswanya untuk pelajar yang bisa membuktikan dirinya masih perawan.

Jumat lalu (22/1), kotamadya uThukela, di KwaZulu-Natal (KZN), mengumumkan 113 siswa akan menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di negeri itu.

Enam belas beasiswa secara khusus ditujukan untuk siswa yang tidak aktif secara seksual, sebagai bagian dari program yang disebut Maiden Bursary Awards.

Program ini dimulai pada Januari 2015, tetapi tidak jelas berapa banyak siswa yang diberikan beasiswa pada 2015.

Sisonke Msimang, konsultan advokasi dan pengembangan kebijakan untuk proyek Keadilan Jender Sonke di Johannesburg mengatakan, keputusan pemerintah kota adalah "gagasan buruk" dari begitu banyak “lapisan kekonyolan”.

"Menjadi aktif secara seksual dan mencari pendidikan tidak ada hubungannya dengan satu sama lain," kata Msimang kepada Al Jazeera.

Kami tidak mendukung apa pun yang merusak hak-hak perempuan, baik itu budaya atau bukan. Jika rincian ini benar, kita pasti akan merasa keberatan dan akan terlibat dengan pemerintah kota untuk mengatasinya.

Jabulani Mkhonza, juru bicara pemerintah kota menggambarkan, beasiswa bagi perawan sebagai cara untuk mendorong "perempuan untuk menjaga diri tetap perawan dan tidak aktif dari aktivitas seksual dan fokus pada belajar mereka".

"Mereka, anak-anak yang telah diberikan beasiswa akan diperiksa setiap kali mereka datang kembali dari liburan. Beasiswa akan dicabut jika mereka kehilangan keperawanannya," kata Mkhonza kantor berita AFP.

Sebagai reaksi terhadap laporan itu, Departemen Perempuan mengatakan, mereka menyadari laporan tentang program beasiswa, dan akan menyelidiki masalah itu.


"Kami tidak mendukung apa pun yang merusak hak-hak perempuan. Jika rincian ini benar, kami pasti akan merasa keberatan, dan membahasnya bersama pemerintah kota untuk menyelesaikannya," kata Charlotte Lobe, mediator penghubung di departemen perempuan.

Afrika Selatan adalah rumah bagi 6,4 juta orang positif HIV, yang tertinggi di dunia. 

Selasa, 19 Januari 2016

14 Juta Rakyat Afrika Selatan Terancam Kelaparan

Gagal panen di Afrika Selatan karena cuaca El Nino. (Foto: Saaci.org)
Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan, sekitar 14 juta orang di Afrika Selatan menghadapi ancaman kelaparan akut karena cuaca El Nino menyebabkan gagal panen tahun lalu.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (18/1), WFP yang merupakan badan PBB cabang bantuan makanan, memperingatkan, jumlah orang yang kekurangan makanan cenderung meningkat di tahun 2016, karena kekeringan memburuk di seluruh wilayah.

"Yang terburuk di wilayah miskin hujan tahun lalu adalah Malawi (2,8 juta orang menghadapi kelaparan), Madagaskar (hampir 1,9 juta orang) dan Zimbabwe (1,5 juta), panen tahun lalu berkurang setengah dibandingkan tahun sebelumnya karena besarnya gagal panen," kata pernyataan WFP.

"Di Lesotho, pemerintah bulan lalu mengumumkan keadaan darurat kekeringan dan sekitar 650.000 orang - sepertiga jumlah penduduk - tidak memiliki cukup makanan," kata WFP, Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.

WFP mengatakan, harga pangan di Afrika Selatan telah meningkat tajam karena berkurangnya produksi dan persediaan.

"Saya sangat prihatin, petani tidak akan dapat memanen tanaman yang cukup untuk memberi makan keluarganya sendiri sepanjang tahun," kata Ertharin Cousin, Direktur Eksekutif WFP, setelah kunjungannya ke Zambia selatan.

"Mereka tidak bisa menjual yang sedikit untuk bisa menutupi biaya sekolah dan kebutuhan rumah tangga lainnya," katanya.

Cuaca El Nino yang erat mengacu pada pemanasan permukaan timur dan tengah Pacific Basin, telah memberi dampak buruk di banyak dunia.

Fenomena alam yang terjadi secara alami dan muncul setiap 2-7 tahun, sangat ekstrem pada tahun 2015.

"Ini (El Nino) yang terkuat sejak terakhir El Nino 1997-1998, dan lebih menonjol dari El Nino yang terkuat setidaknya sejak 1950," katanya.

Bersamaan ketika El Nino membawa kekeringan parah ke Afrika Selatan dan basah ke Afrika Timur, Ethiopia juga dilanda kekeringan terburuk dalam 30 tahun terakhir.

PBB mengatakan pada pekan ini, sekitar 400.000 anak-anak Ethiopia menderita gizi buruk akut dan lebih dari 10 juta orang membutuhkan bantuan pangan.

Organisasi kemanusian Save the Children mengatakan, kekeringan di Ethiopia berpotensi besar sebagai ancaman terhadap kehidupan anak-anak sama seperti perang di Suriah. 

Minggu, 13 Desember 2015

Shaka 1: "Anak Haram" Jadi Prajurit Tangguh

Ilustrasi Shaka Zulu (Tvsa.co.za)
Shaka kaSenzangakhona (sekitar 1787-22 September 1828) juga dikenal sebagai Shaka, salah satu raja yang paling berpengaruh dari Kerajaan Zulu.

Tumbuhnya Kekuasaan Suku Zulu Afrika Selatan

Ilustrasi prajurit Zulu. (Davegifford.co.uk)
Inggris mencaplok Cape Colony (sekarang Cape Town, Afrika Selatan) pada 1806 dan terus melakukan perang perbatasan melawan Xhosa (suku barat daya yang bermigrasi di wilayah Sungai Fish).

Rabu, 15 Juli 2015

Sejarah Terbentuknya Cape Town Afrika Selatan

Cape of Good Hope (Tanjung Harapan) Afrika Selatan. (Foto:
National Geographic)
Pada awal abad ke-17, kekuatan maritim Portugal mulai menurun. Pedagang Inggris dan Belanda bersaing untuk menggulingkan Lisbon dari monopoli perdagangan rempah-rempah.

Selasa, 26 Mei 2015

AFRIKA SELATAN GUNAKAN AFRIKA DAY LAWAN XENOFOBIA



Demo anti-xenofobia (AFP/Getty Images)

Johannesburg, Afrika Selatan, 26 Mei 2015 (MINA) - Pejabat pemerintah di Afrika Selatan menggunakan perayaan Afrika Day 25 Mei, menyerukan kesatuan di antara migran Afrika dan masyarakat pribumi, setelah sebulan terjadi gelombang serangan anti warga asing di negara itu.

Minggu, 24 Mei 2015

SEJARAH PURBA AFRIKA SELATAN

Peta Afrika Selatan (www.slideshare.net)
Nama "Afrika Selatan" berasal dari lokasi geografis negara yang berada di ujung selatan Afrika, setelah pembentukan negara bernama Uni Afrika Selatan yang mencerminkan asal-usulnya dari penyatuan empat koloni Inggris yang sebelumnya terpisah.