Tampilkan postingan dengan label SOMALIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOMALIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Korban Bom Mogadishu Capai 276 Orang, 300 Luka

(Foto: EPA)
Jumlah korban tewas akibat ledakan bom truk pada Sabtu (14/10) di ibukota Somalia, Mogadishu, melonjak menjadi sedikitnya 276 orang, menurut Menteri Informasi Somalia.

Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Bom di Mogadishu

Kondisi setelah bom truk di Mogadishu, Sabtu, 14 Oktober 2017. (Al Jazeera)
Para pemimpin dunia di Amerika Serikat (AS), Inggris, Turki, Kanada dan Perancis mengecam pengeboman truk akhir pekan di ibukota Somalia, Mogadishu, yang menewaskan sedikitnya 276 orang.

Senin, 07 November 2016

25 Tentara Tewas dalam Pertempuran Dua Kubu Saingan di Somalia


Komandan dari Puntland, Jumale Jama Taka. (Foto: dok. Garowe Online)
Setidaknya 25 tentara tewas dalam pertempuran akhir pekan antara pasukan saingan daerah Puntland dan Galmudug di kota Galkayo, Somalia.

Kamis, 02 Juni 2016

Bom Mobil di Mogadishu Tewaskan Dua Anggota Parlemen Somalia

Lokasi depan Hotel Ambassador di Mogadishu, Somalia.
Sebuah bom mobil meledak di gerbang luar sebuah hotel di Mogadishu, Somalia yang diikuti oleh serangan tembakan, menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk dua anggota parlemen.

Militan Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan Rabu (1/6) itu yang menargetkan Ambassador Hotel.

Hotel tersebut sering dikunjungi oleh diplomat, pejabat pemerintah dan warga luar negeri yang berkunjung ke Somalia.

Polisi mengatakan, dua politisi yang tewas dalam serangan itu bernama Mohamud Mohamed dan Abdullahi Jamac. Kedua korban tinggal di hotel. Setidaknya 20 orang lainnya terluka.

"Kami menyerang hotel dengan bom mobil dan kami masuk ke dalam," kata Sheikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al-Shabab, kepada kantor berita Reuters.

Serangan bom berlanjut dengan saling tembak antara anggota militan yang berlindung di hotel dengan pihak keamanan.

Seorang sumber mengatakan kepada Al Jazeera, setidaknya tiga militan terlibat dalam serangan itu.

Serangan itu terjadi tak lama sebelum kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Mogadishu. 

Al-Shabab adalah kelompok yang berusaha menggulingkan pemerintah Somalia. Mereka telah diusir dari Mogadishu oleh pasukan misi Uni Afrika AMISOM pada 2011. Tahun lalu, mereka digulingkan dari kubu tempat lain di selatan oleh AMISOM dan Tentara Nasional Somalia.

Rabu, 01 Juni 2016

Drone AS Tewaskan Komandan Senior Al-Shabaab

Seorang anggota Al-Shabaab duduk didekat senjata serbunya. (Foto: dok. Ibtimes.co.uk)
Juru Bicara Pentagon Peter Cook pada Rabu (1/6) mengatakan, seorang komandan militer senior kelompok Al-Qaeda Somalia, Al-Shabab yang bernama Abdullahi Haji Da'ud, diduga tewas oleh serangan drone Amerika Serikat pada Jumat (27/5) pekan lalu.

"Da'ud adalah salah satu perencana militer Al-Shabab yang paling senior dan menjabat sebagai koordinator utama serangan di Somalia, Kenya, dan Uganda," kata Cook kepada wartawan di San Diego, California.
Namun Cook menambahkan bahwa AS masih menilai hasil serangan tersebut.

Dikutip dari MirajNews.com/id, pejuang Al-Shabab telah diusir dari Mogadishu, Somalia pada 2011, tetapi kelompok itu tetap menjadi ancaman berbahaya.

Pada Rabu itu juga, pejuang kelompok bersenjata itu melancarkan serangan bunuh diri di ibukota Somalia, menewaskan sedikitnya 15 orang.

Sementara dalam operasi di Somalia Selatan, seorang komandan yang diyakini telah mendalangi serangan mematikan di Universitas Garissa Kenya, telah tewas.

Pejabat pasukan keamanan lokal di kota pesisir Kismayo, Somalia, mengumumkan bahwa Mohamed Mohamud Ali, terduga arsitek seerangan di Garissa, telah tewas pada Selasa malam.

Serangan April 2015 di Universitas Garissa, 365km timur laut dari ibukota Kenya Nairobi, menewaskan 148 orang, 142 dari mereka adalah mahasiswa.

Dalang Serangan Universitas Garissa tewas di Somalia


Warga Garissa menyaksikan evakuasi korban pembantaian di Universitas Garissa Kenya, April 2015. (Foto: Ben Curtis/AP)

Seorang komandan yang diyakini telah mendalangi serangan mematikan di Universitas Garissa Kenya, telah tewas dalam serangan oleh pasukan khusus di Somalia Selatan.

Dikutip dari MirajNews.com/id, pejabat pasukan keamanan lokal di kota pesisir Kismayo, Somalia, mengumumkan pada Rabu (1/6) bahwa Mohamed Mohamud Ali, terduga arsitek seerangan di Garissa, telah tewas pada Selasa malam.

"Enam belas orang bersenjata, empat komandan senior termasuk Mohamed Mohamud Ali, yang dikenal sebagai Dulyadin, dibunuh oleh pasukan komando Somalia dan pasukan khusus dari Jubaland," kata Abdirashid Janan, Menteri Keamanan Negara untuk Jubaland, daerah otonom di Somalia selatan.

Pejabat lokal mengarak mayat empat orang yang diduga komandan Al-Shabaab di jalan-jalan Kismayo. Tiga tersangka lainnya tidak bisa diidentifikasi.

Sementara itu di Washington, para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, pasukan AS memberikan nasihat dan bantuan dukungan dalam operasi itu. Mereka berbicara kepada kantor berita AP pada kondisi anonimitas.

Serangan April 2015 di Universitas Garissa, 365km timur laut dari ibukota Kenya Nairobi, menewaskan 148 orang, 142 dari mereka adalah mahasiswa.

Operasi itu dilakukan oleh empat orang bersenjata dari kelompok Al-Shabab.

Serangan itu merupakan yang paling berdarah di Kenya sejak Al-Qaeda mengebom kedutaan besar AS di Nairobi pada 1998 yang menewaskan 213 orang.