Rabu, 10 Februari 2016

Misteri Gadis Buruan 4: Godaan Sukma Lentani

Ilustrasi Sukma Lentani. (Foto: dok. Gayatasi.com)


Legaspati yang masih menggigit paha ayam goreng di mulutnya cepat berkelebat menyusul tubuh Bocah Kuntilanak ke luar. Ia menemukan gadis itu terkapar di tanah kesakitan. Bocah Kuntilanak bergerak bangun seraya meringis kesakitan. Dagunya sudah dilumuri darah kental. Berdiri pun agak sempoyongan, tapi tetap saja ia tertawa-tawa kecil.

“Sudah aku katakan, tidak usah ikut. Kau bisa mampus jika terus mengganggu Sanggana!” kata Legaspati setengah mengomel.

“Hihihi! Tapi aku suka,” kata Bocah Kuntilanak.

“Sinting!” rutuk Legaspati mendengar jawaban itu. “Jadi kau tetap mau ikut dengan mereka?”

“Iya.”

“Weeaaalaaah ini bocah, benar-benar mau mampus!” ratap Legaspati.

Bocah Kuntilanak berjalan ke pintu rumah makan dan bergerak masuk seraya tetap senyum-senyum. Sebelum gadis itu melakukan sesuatu, Sukma Lentani segera menghampirinya.

“Hei! Sudah, lain waktu lagi kau mengganggu Sanggana, nanti jika kau sudah sehat kembali,” kata Sukma Lentani sambil menuntun Bocah kuntilanak ke meja Nenek Lewang dan Brakantani berada. “Biar ku obati kau.”

“Gadis yang lucu tapi menyebalkan aku,” kata Putri Aninda Serunai datar kepada Sanggana. “Kau pasti senang padanya.”

Sanggana hanya tertawa kecil seperti bergumam tapi enak didengar. Lalu katanya, “Kuntilanak memang lucu, tapi membuatku kesal juga. Siapa yang tidak kesal kalau dirinya dianggap mainan lucu?”

“Bukankah indah rasanya bila memiliki kekasih yang cantik bersih yang bisa membuat kita tertawa bahagia setiap hari?” bisik Putri Aninda Serunai.

“Jangan suka menggodaku. Jika aku sampai tergoda, kau bisa rasa akibatnya,” bisi Sanggana pula.

“Apa yang akan kau perbuat padaku?” tanya Putri Aninda Serunai.

“Mencium bibirmu, lalu aku mati keracunan,” kata Sanggana. 

“Kakak!” ucap Putri Aninda Serunai malu tapi jarinya mencubit paha kekasihnya itu.

Sanggana hanya tertawa kecil, membuat Putri Aninda Serunai tertunduk malu, tersenyum malu di balik cadarnya.

Sukma Lentani yang baru saja selesai mengobati luka Bocah Kuntilanak, hanya bisa tersenyum sendiri memandangi sepasang kekasih itu.

“Apa yang kau senyumkan, Lentani?” tanya Nenek Lewang.

“Eh, tidak apa-apa, Nek. Aku hanya sedikit berkhayal. Andai saja aku adalah Aninda, mungkin aku adalah gadis terbahagia di jagad raya ini,” jawab Sukma Lentani.

“Kau menyukai Sanggana juga, seperti halnya Bocah Kuntilanak?” tanya Legaspati.

Sukma Lentani tertawa kecil, lalu katanya, “Mana mungkin aku mencintai kekasih sahabat tersayangku?”

“Mungkin,” ucap Legaspati lalu melanjutkan makannya.

Sukma Lentani kembali memandang Sanggana dan Putri Aninda Serunai yang tampak begitu mesra dengan senyuman dan tawa-tawa kecil di balik cadarnya.

“Sukma Lentani memandangi kita,” kata Sanggana kepada Putri Aninda Serunai.

Putri Aninda Serunai memandang kepada Sukma Lentani, sehingga sepasang mata kedua gadis jelita sahabat dekat itu saling bertemu pandang. Sukma Lentani hanya lemparkan senyum manis kepada sahabatnya tersebut. Putri pun balas tersenyum di balik cadarnya. Sukma Lentani bisa melihat senyum itu sebab ia memiliki ilmu Kupas Tabir yang bisa melihat tembus sesuatu di balik benda tipis. Sukma pun tahu bahwa Sanggana memiliki paras yang sangat tampan di balik cadarnya.

“Mungkin ia memikirkan kekasihnya,” duga Putri Aninda Serunai.

“Apakah kau tidak curiga kepadanya?” tanya Sanggana.

“Aku kenal Sukma Lentani sejak kecil. Sifatnya tidak berubah hingga sekarang,” kata Putri Aninda Serunai.

Tiba-tiba Sanggana mencium aroma bunga mawar yang begitu tajam menusuk hidung. Hal yang sama juga dirasakan oleh Putri Aninda Serunai. Anehnya, aroma tajam itu hanya diciumi oleh keduanya, orang lain yang ada di rumah makan itu tidak merasakan sedikit pun.

“Siapa yang menebarkan wangi mawar setajam ini? Aroma wangi tubuhmu tidak setajam ini, Aninda,” kata Sanggana.

“Ini panggilan untukku, Kakak,” jawab Putri Aninda Serunai.

“Maksudmu?” Sanggana tidak mengerti.

“Aroma mawar seperti ini adalah aroma mawar yang dikirim khusus oleh Pengawal Bayang Mawar. Pasti ada keperluan penting yang ingin disampaikan kepadaku dari kerajaan. Untuk itu aku harus meninggalkan Kakak sebentar. Namun, jika Kakak tidak mengizinkan, aku tidak akan pergi menemui utusan Ayah. Bukankan calon isteri harus patuh pada calon suami?” ujar Putri Aninda Serunai.

“Namun, aku belum menjadi suamimu, maka itu belum berhak mencegahmu. Pergilah dan tinggalkan aku. Aku tidak akan marah sedikit pun,” kata Sanggana lembut.

“Aku usahakan tidak akan lama,” kata Putri Aninda Serunai.

“Pergilah dengan ringan hati,” kata Sanggana.

Putri Aninda Serunai lalu berdiri dan melangkah meninggalkan kekasihnya tercinta. Ia keluar dari rumah makan.

Kepergian Putri Aninda Serunai membuat Sukma Lentani heran.

“Hihihi! Harimau perempuannya pergi!” ucap Bocah Kuntilanak girang.

“Hei! Berdiamlah dulu, jangan buat masalah lagi. Jika kau buat masalah kepada Sanggana, maka aku yang akan menghukummu. Jadi diamlah, tunggu waktu!” Sukma Lentani memperingatkan Bocah Kuntilanak.

“Iya, aku menurut,” kata Bocah Kuntilanak seraya tersenyum lucu.

Sukma Lentani lalu bergerak mendatangi meja Sanggana dan duduk berhadapan dengan pemuda bercadar itu.

“Boleh aku temani?” tanya Sukma Lentani, meski sudah duduk.

“Silakan,” jawab Sanggana.

Sukma Lentani tersenyum manis menatap Sanggana.

“Kau sepertinya sudah sangat mengenal Aninda Serunai,” kata Sukma Lentani.

“Benar.”

“Pergi ke mana ia?” tanya Sukma Lentani.

“Ada keperluan tiba-tiba, mungkin hanya sebentar,” jawab Sanggana.

“Aku boleh bertanya?”

“Bertanyalah,” kata Sanggana seraya tersenyum memandang Sukma Lentani, dan gadis itu tahu.

Ada kesejukan tersendiri bagi Sukma Lentani ketika tahu ada senyum Sanggana di balik cadar untuknya.

“Apakah kau tidak takut menjadi kekasih sahabatku yang penuh dengan racun?”

“Saat aku memutuskan menjadi kekasihnya, wajah Aninda sangat buruk....”

“Maksudmu?” tanya Sukma Lentani memotong, tidak mengerti.

“Aku mencintai Aninda bukan lantaran parasnya, tapi karena sifatnya yang begitu baik dan mulia, sehingga keanehan apa pun yang ada dalam dirinya dapat aku terima dengan tangan terbuka.”

“Aku masih belum mengerti,” kata Sukma Lentani.

“Kau bisa menanyakan langsung kepada Aninda.”

“Aku ingin kau sendiri yang mengatakannya kepadaku.”

“Aninda hadir dalam kehidupanku pertama kali dalam wajah yang sangat buruk. Ia memakai kedok kulit dengan sangat sempurna, sehingga aku menyangka itu wajah aslinya.”

“Lalu Aninda membukanya setelah jadi kekasihmu?”

“Aku sendiri yang mengetahuinya bahwa ia mengenakan topeng. Ternyata kecantikannya sangat indah dan bersih. Kami menjadi kekasih dengan tidak saling mengenal wajah asli, sebab saat itu aku mengenakan topeng kayu.”

“Lalu apakah kau merasa tertipu dengan wajah bohong Aninda?” tanya Sukma Lentani dengan semangat.

“Aku mencintai hati dan perilakunya, bukan parasnya. Jadi, aku tidak merasa bahwa ia berbohong.”

“Aninda Serunai adalah seorang puteri raja. Apakah kau tidak khawatir bila nanti ayahnya menolakmu hanya karena kau bukan seorang pangeran?”

“Cinta adalah milik masing-masing jiwa. Kedua orang tua tidak berhak turut campur dalam masalah pilihan sang anak, kecuali menasehati. Jadi, jawabannya adalah, aku tidak takut.”

“Apakah Aninda sudah menceritakan tentang Pangeran Sageti Dewa?” tanya Sukma Lentani lagi.

“Tidak pernah.”

“Pangeran Sageti Dewa adalah pangeran sakti yang sangat tampan. Terakhir aku bertemu dengannya, ia mengatakan bahwa ia akan meminang Aninda.”

“Apa itu meminang?” tanya Sanggana.

“Kau tidak tahu arti meminang? Hei...!” kejut Sukma Lentani lalu tertawa sendiri. Lalu tanyanya lagi seraya memajukan wajahnya lebih dekat jaraknya kepada Sanggana dan berbisik, “Sungguh, kau tidak tahu maksud meminang?”

“Tidak,” jawan Sanggana apa adanya.

“Hei!” Sukma Lentani kembali menarik kepalanya ke posisi semula. “Meminang itu adalah pihak lelaki mendatangi pihak wanita untuk meminta kesediaannya hidup bersama dengan si lelaki melalui pernikahan. Pihak wanita bisa menerima atau menolak.”

“Oh...” Sanggana manggut-manggut. “Jika demikian, apa yang perlu ditakutkan?”

“Kau tidak takut jika Aninda tidak bisa menolak pinangan pangeran itu?” tanya Sukma Lentani geregetan dengan jawaban Sanggana.

“Tidak,” jawab Sanggana pasti.

Sukma Lentani akhirnya tersenyum sendiri.

“Lalu bagaimana dengan Bocah Kuntilanak?” tanya Sukma Lentani beralih topik.

“Lucu dan penuh semangat.”

“Hanya itu?”

“Ee... wajahnya bagus.”

“Bagaimana dengan cinta Bocah Kuntilanak?” tanya Sukma Lentani.

“Cinta? Aku tidak tahu bahwa dia mencintaiku, tapi itu tidak mungkin. Jangan sampai harus tersiksa hanya karena kecemburuan Aninda.”

“Bagaimana dengan aku?” tanya Sukma Lentani seraya menatap serius mata Sanggana, seolah ia tidak meu terlewat sedikit pun reaksi wajah pemuda sakti di depannya.

“Untuk paras tidak jauh berbeda dengan Aninda. Sifat dan sikap jelas berbeda jauh,” jawab Sanggana.

“Bagaimana bila aku mencintaimu?” tanya Sukma Lentani lagi tanpa merubah tatapannya.

“Mencintaiku?” ulang Sanggana seolah salah dengar.

Sukma Lentani akhirnya tertawa sendiri, lalu katanya, “Tidak, aku hanya mengujimu.”

Sanggana hanya tertawa kecil menanggapinya.

“Nanana...! Aku cinta Sanggana tampan yang mirip burung. Lalalali...!”

Tiba-tiba Bocah Kuntilanak bangun berdiri dan bernyanyi-nyanyi tidak bagus.

“Oh, masalah lagi!” keluh Legaspati.

Sambil tertawa-tawa, Bocah Kuntilanak naik ke atas meja yang masih ditempati oleh makanan. Lalu ia berkelebat kepada Sanggana.

“Sanggana lucu, aku datang...!” teriak Bocah Kuntilanak nyaring.

Degk!


“Hekh!”

(Bersambung....)

Pria Kamerun Ini Dapat 72 Isteri Dalam Sekejap

Fon Abumbi II bersama para isterinya. (Foto: Studiotobechi)
Pria di Kamerun mendapatkan warisan yang sangat tidak biasa dari ayahnya yakni 72 orang istri. Saat ini, pria bernama Fon Abumbi II itu memiliki total 100 orang istri setelah menikahi janda-janda milik sang ayah. 

Selain itu, ia juga mendapatkan warisan 500 orang anak dari ayahnya yang diketahui meninggal pada 1968. Tradisi yang berlaku di kerajaan Fon Abumbi II memang seperti itu, yakni jika seorang ayah meninggal maka anaknya akan mendapat warisan janda dari sang ayah dan wajib menikahinya. 

"Di balik seorang pria sukses, terdapat seorang perempuan yang jauh lebih sukses," kata istri ketiga Fon Abumbi II, Rati Constance. "Menurut tradisi kami, istri tua diwariskan kepada sang anak. Ini sekaligus untuk mengajarkan bahwa dia sekarang raja dan bukan lagi pangeran." 

"Selama masa penjajahan dan masuknya nilai-nilai lain, perbedaan nilai tradisional kami dengan nilai-nilai tersebut menimbulkan konflik. Peran saya adalah untuk menyatukan keduanya," imbuhnya. Sementara itu, Raja Fon Abumbi II sendiri merupakan raja bagi masyarakat tradisional di kota Bafut, Kamerun. 

Fon Abumbi II memiliki istana bernama Ntoh yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Bahkan, istana tersebut masuk dalam daftar 100 situs yang terancam punah pada 2006 oleh World Monuments Fund.

(Sumber: RajaDumay.com)

Terancam Kelaparan Massal, Zimbabwe Mohon Bantuan

Ribuan hewan ternak mati kelaparan di Zimbabwe. (Foto: EPA)
Zimbabwe mengimbau agar pebisnis lokal dan badan amal mendonasikan bantuan sebesar $ 1,5 miliar untuk menyelamatkan ancaman kelaparan massal di negara itu.

"Pemerintah Zimbabwe membutuhkan total $ 1,57 miliar untuk dampak dari Februari hingga Desember 2016," kata Wakil Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa pada konferensi pers di ibukota Harare, Selasa (9/2).

Dia mengatakan lebih dari tiga juta orang, seperempat dari jumlah penduduk negara itu, yang membutuhkan makanan dan air.

"Jumlah curah hujan yang diterima sampai saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumsi rumah tangga serta membantu mata pencaharian, pertanian dan satwa liar," katanya.

Permohonan Mnangagwa muncul hampir sepekan setelah Presiden Robert Mugabe menyatakan "keadaan bencana" di banyak daerah pedesaan yang dilanda kekeringan parah. Demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.

Zimbabwe telah dipengaruhi oleh kekeringan daerah yang diperparah dengan fenomena cuaca El Nino yang juga telah mempengaruhi negara-negara Afrika Selatan lainnya, termasuk Afrika Selatan, Malawi dan Zambia.

Mnangagwa mengatakan, bagian selatan negara itu adalah yang terburuk terkena dampak yang membuat puluhan ribu ternak mati, sumur bor kering dan volume bendungan menurun karena jarangnya hujan.

(Sumber: MirajNews.com/id)

Senin, 08 Februari 2016

Sudan Gempar Warganya Bunuh Tentara Israel

Tentara Israel (Foto: Dok. NYTimes.com)
Pemerintah dan rakyat Sudan digemparkan oleh pemberitaan seorang warganya yang dilaporkan membunuh seorang tentara Israel di Palestina.

Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum memberitakan, media-media nasional di Sudan melaporkan, tentara Israel itu tewas setelah ditikam pada Ahad (7/2) di Askhelon, beberapa media dan polisi Israel telah mengumumkan hal itu.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Kamil Hasan (32) itu statusnya sedang menjadi tamu di Palestina.

Kejadian itu bermula ketika serorang pria Sudan di dalam bus, tiba-tiba menyerang seorang tentara Israel dengan menikamnya, lalu langsung melarikan diri. Dalam pengejaran itu, polisi Isreal langsung menembak mati pelaku.

Sejauh ini, juru bicara polisi Israel tidak mengungkapkan rincian tentang apa yang pelaku lakukan di Palestina.

Beredar juga beberapa video tentang kejadian itu yang menyebutkan untuk pertama kalinya seorang non-Palestina “syahid” dalam Intifadha oleh kejahatan Israel. 

(Sumber: MirajNews.com/id)

Minggu, 07 Februari 2016

Tunisia Bangun 200Km Penghalang di Perbatasan Cegah ISIS

Tunisia bangun parit di sepanjang perbatasan dengan Libya. (Foto: Fredrick Naumann/Panos Picture)
Tunisia telah menyelesaikan pembangunan penghalang sepanjang 200 km di sepanjang perbatasan dengan Libya, beberapa bulan setelah serangan ISIS terhadap ibukota dan resor pantai yang menewaskan puluhan wisatawan.

Menteri Pertahanan Tunisia Farhat Horchani mengatakan kepada wartawan pada Sabtu (6/2), pembangunan proyek ditandai sebagai “hari penting” bagi Tunisia dalam perjuangannya melawan “terorisme”. Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.

Dua serangan yang diklaim oleh kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) tahun lalu menewaskan 59 wisatawan asing.

Para pejabat Tunisia mengatakan, para penyerang telah dilatih di Libya yang sarat dengan konflik dan negara tempat ISIS aktif.

“Tunisia mampu melawan terorisme dengan cara aktif dan efisien,” kata Horchani selama tur meninjau pembatas di perbatasan.

Penghalang yang dibangun berupa bank pasir dan parit berisi air, membentang sekitar 200km dari Ras Jedir di pantai Mediterania hingga Dhiba.

Pembatas itu mencakup sekitar setengah dari panjang perbatasan antara kedua negara tetangga.

Horchani mengatakan, fase kedua proyek ini akan mencakup memasang peralatan elektronik dengan bantuan Jerman dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan, penghalang yang Tunisia namai “system of obstacles” itu telah terbukti efisien.

“Pada beberapa kesempatan kami telah menghentikan dan menangkap orang-orang yang mencoba menyelundupkan senjata,” katanya.

Sumber-sumber resmi memperkirakan, sebanyak 6.000 warga Tunisia telah melakukan perjalanan untuk berperang di Irak, Suriah dan Libya. Banyak yang memilih bergabung dengan kelompok bersenjata, termasuk ISIS.

Sabtu, 06 Februari 2016

Al-Qaeda Klaim Culik Warga Australia di Burkina Faso

Hotel yang diserang AQIM di Ouagadougou, Burkina Faso. (Reuters)
Kelompok Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) mengklaim bertanggung jawab atas penculikan beberapa warga Australia bulan lalu di dekat perbatasan Burkina Faso dengan Mali.

Dr. Ken Elliott dan istrinya Jocelyn diculik dari kota utara Djibo pada 15 Januari 2016.

Dalam pesan audio yang diklaim bernama kelompok Al-Mourabitoun, sebuah cabang dari AQIM, pada Jumat (5/2) mengatakan telah memutuskan untuk melepaskan istri dokter tersebut tanpa syarat.

"Ini adalah kewajiban agama kami untuk menghormati warga sipil, berdasarkan hadis Nabi tentang tidak merugikan perempuan, orang tua dan anak-anak dan berdasarkan bimbingan oleh komandan kami," kata pernyataan audio yang dirilis pada saluran Telegram resmi AQIM.

Pasangan Australia itu telah tinggal di Djibo sejak 1972. Keuanya mengoperasikan klinik dengan 120 tempat tidur untuk mengobati penduduk setempat.

Mereka diculik ketika pejuang AQIM menyerbu sebuah hotel dan restoran di ibukota Ouagadougou dalam serangan yang menewaskan sedikitnya 27 orang.

Dalam rekaman audio, Al-Mourabitoun mengatakan, mereka bersedia bertukar sandera warga Australia dengan pejuang mereka yang ditahan.

Pada tanggal 23 November, Al-Mourabitoun juga mengaku bertanggung jawab atas sembilan jam penyanderaan di sebuah hotel bintang lima di ibukota Mali Bamako.


Kelompok itu mengatakan telah melakukan serangan yang menewaskan 21 orang dengan koordinasi bersama kelompok Imarat Al-Sahra.

(Sumber: Al Jazeera)

Kisah Cinta Zara Dengan Komandan Boko Haram

Kampanye yang menuntut kelompok Boko Haram agar mengembalikan ratusan siswi yang diculiknya. (Foto: Bahaiteachings.org)
Oleh Rudi Hendrik, wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Hampir setahun setelah dia diselamatkan dari sekapan kelompok Boko Haram di penangkaran oleh tentara Nigeria, Zara John, 16 tahun, ternyata masih cinta dengan salah satu pejuang yang menculiknya.

Dia sangat senang ketika mendapati dirinya ternyata hamil setelah tes urine dan darah yang dilakukan oleh seorang dokter di kamp pengungsian setelah penyelamatannya.

"Saya ingin melahirkan anak saya sehingga saya bisa memiliki seseorang yang menggantikan ayahnya, karena saya tidak dapat berhubungan kembali dengannya lagi," kata Zara, salah satu dari ratusan gadis yang diculik oleh Boko Haram selama pemberontakan tujuh tahun di timur laut Nigeria.
Tapi keputusan atas bayi itu diambil dari tangannya.

Ayah Zara tenggelam saat banjir pada 2010, jadi pamannya ikut campur. Sebagian pamannya bersikeras bahwa mereka tidak ingin keturunan Boko Haram ada dalam keluarga dan mereka bersikeras mendesak melakukan aborsi.

Sementara lainnya merasa bahwa anak itu tidak harus disalahkan atas kejahatan ayahnya.

Pada akhirnya, dilakukan pemungutan suara dan mayoritas keluarga mengizinkan Zara membesarkan anaknya, anak itu diberi nama Usman yang kini berusia tujuh bulan.

"Semua orang dalam keluarga telah memeluk anak ini," kata Zara dalam sebuah wawancara telepon dengan Al Jazeera. Ia meminta agar lokasinya tetap dirahasiakan. "Paman saya baru saja membelikan dia tins Cerelac (sereal instan) dan susu."

Zara berusia 14 tahun ketika anggota Boko Haram yang berjuang untuk mendirikan negara Islam menyerbu desanya di Izge, di timur laut Nigeria, pada Februari 2014.

Kelompok Boko Haram meratakan rumah-rumah di desa dengan tanah, membantai laki-laki. Perempuan dewasa, anak perempuan dan anak-anak diangkut ke dalam truk.

Dua saudara Zara berada di luar kota ketika para penyerang menyerbu dalam serangan hit-and-run di desa-desa, serta bom bunuh diri di masjid-masjid atau pasar.

Ibu Zara saat itu diturunkan dari salah satu truk karena kelebihan muatan, tapi ia mencoba mengejar kendaraan yang mengangkut pergi putri dan putranya yang empat tahun. Namun, ibu Zara tidak mampu mengejar truk yang pergi ke Bita.

Dari Budak Menjadi Isteri Komandan

Saat itu, Bita dan kota-kota lain sekitarnya di dekat hutan Sambisa berada dalam kontrol Boko Haram.

"Segera setelah kami tiba, mereka mengatakan kepada kami bahwa kami sekarang budak mereka," kenang Zara.
Ratusan gadis Chibok, Nigeria yang diculik oleh kelompok Boko Haram. (Gambar: dok. DailyMail.co.uk)

Hari-hari Zara dihabiskan melakukan tugas-tugas dan belajar ajaran agama barunya, Islam, sampai dua bulan kemudian, ia dinikahi oleh Ali, seorang komandan Boko Haram. Ali membawa pindah isterinya ke rumahnya.

"Setelah saya menjadi seorang istri komandan, saya memiliki kebebasan. Saya bisa tidur setiap saat saya ingin, saya bangun setiap saat saya inginkan," katanya.

"Dia membelikan saya makanan dan pakaian dan memberi saya segala sesuatu yang diperlukan oleh seorang wanita dari seorang pria," kata Zara.

Suaminya juga memberinya sebuah ponsel dan mentato nama suami di perutnya untuk menandai dia sebagai seorang istri Boko Haram.

Ali meyakinkannya bahwa peperangan akan segera berakhir dan mereka akan kembali ke kampung halamannya di Baga, di mana ia berencana bersama istri barunya untuk membuka bisnis memancing.

Suami Boko Haram Zara mengaku, dia meninggalkan perdagangannya dan bergabung bersama Boko Haram setelah ayah dan kakaknya, termasuk nelayan seperti dirinya, dibunuh oleh tentara Nigeria.

Dalam sebuah laporan Juni 2015 yang berdasarkan setahun penelitian dan analisis, Amnesty International mengatakan, tentara Nigeria bersalah karena melanggar HAM dan melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil di bagian timur laut Nigeria. Amnesty menyerukan penyelidikan terhadap militer Nigeria atas kejahatan perang.

Ketika pasukan Nigeria menyerbu Bita pada Maret 2015 yang menyelamatkan Zara dan ratusan perempuan lainnya, Ali tidak berada di rumahnya.

Serangan itu dilakukan di saat pengawasan internasional di Nigeria meningkat setelah terjadi penculikan lebih 200 siswi dari Chibok di Nigeria Utara pada April 2014, yang memicu kemarahan internasional dan muncul kampanye dunia #bringbackourgirls. Namun, gadis-gadis yang diculik itu belum ditemukan hingga sekarang.

Meski sudah berada dalam pengamanan militer, tapi Zara dan Ali tetap berhubungan melalui telepon, sampai tentara Nigeria menyadari beberapa gadis di kamp penampungan masih berhubungan dengan penculiknya. Ponsel mereka pun disita dan mereka dipindahkan ke kamp lain sampai mereka berkumpul kembali dengan keluarganya.

Zara sekarang tinggal bersama keluarga dan anaknya di kota yang jauh dari Izge. Kerabat laki-lakinya mengambil kendali hidupnya. Semua gerakannya dipantau oleh keluarganya, termasuk ketika ada permintaan wawancara.

Namun, dia mengaku lebih suka berada bersama suaminya di Boko Haram.

"Jika saya punya cara, saya akan menyimpan nomor teleponnya yang diberikan kepada saya," katanya, menyesali karena tidak mengingat nomor telepon suaminya.

Tapi Zara realistis dan sadar bahwa kemungkinan untuk bersatu kembali dengan Ali sangat tipis.
Sebaliknya, dia ingin kembali ke sekolah ketika anaknya berhenti menyusui, dan mungkin kemudian ia bisa menjalankan bisnis sendiri.

"Saya ingin melakukan bisnis yang cocok untuk wanita, sesuatu yang tidak akan membawa saya keluar dari rumah," katanya.