Rabu, 01 Juni 2016

Drone AS Tewaskan Komandan Senior Al-Shabaab

Seorang anggota Al-Shabaab duduk didekat senjata serbunya. (Foto: dok. Ibtimes.co.uk)
Juru Bicara Pentagon Peter Cook pada Rabu (1/6) mengatakan, seorang komandan militer senior kelompok Al-Qaeda Somalia, Al-Shabab yang bernama Abdullahi Haji Da'ud, diduga tewas oleh serangan drone Amerika Serikat pada Jumat (27/5) pekan lalu.

"Da'ud adalah salah satu perencana militer Al-Shabab yang paling senior dan menjabat sebagai koordinator utama serangan di Somalia, Kenya, dan Uganda," kata Cook kepada wartawan di San Diego, California.
Namun Cook menambahkan bahwa AS masih menilai hasil serangan tersebut.

Dikutip dari MirajNews.com/id, pejuang Al-Shabab telah diusir dari Mogadishu, Somalia pada 2011, tetapi kelompok itu tetap menjadi ancaman berbahaya.

Pada Rabu itu juga, pejuang kelompok bersenjata itu melancarkan serangan bunuh diri di ibukota Somalia, menewaskan sedikitnya 15 orang.

Sementara dalam operasi di Somalia Selatan, seorang komandan yang diyakini telah mendalangi serangan mematikan di Universitas Garissa Kenya, telah tewas.

Pejabat pasukan keamanan lokal di kota pesisir Kismayo, Somalia, mengumumkan bahwa Mohamed Mohamud Ali, terduga arsitek seerangan di Garissa, telah tewas pada Selasa malam.

Serangan April 2015 di Universitas Garissa, 365km timur laut dari ibukota Kenya Nairobi, menewaskan 148 orang, 142 dari mereka adalah mahasiswa.

Dalang Serangan Universitas Garissa tewas di Somalia


Warga Garissa menyaksikan evakuasi korban pembantaian di Universitas Garissa Kenya, April 2015. (Foto: Ben Curtis/AP)

Seorang komandan yang diyakini telah mendalangi serangan mematikan di Universitas Garissa Kenya, telah tewas dalam serangan oleh pasukan khusus di Somalia Selatan.

Dikutip dari MirajNews.com/id, pejabat pasukan keamanan lokal di kota pesisir Kismayo, Somalia, mengumumkan pada Rabu (1/6) bahwa Mohamed Mohamud Ali, terduga arsitek seerangan di Garissa, telah tewas pada Selasa malam.

"Enam belas orang bersenjata, empat komandan senior termasuk Mohamed Mohamud Ali, yang dikenal sebagai Dulyadin, dibunuh oleh pasukan komando Somalia dan pasukan khusus dari Jubaland," kata Abdirashid Janan, Menteri Keamanan Negara untuk Jubaland, daerah otonom di Somalia selatan.

Pejabat lokal mengarak mayat empat orang yang diduga komandan Al-Shabaab di jalan-jalan Kismayo. Tiga tersangka lainnya tidak bisa diidentifikasi.

Sementara itu di Washington, para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, pasukan AS memberikan nasihat dan bantuan dukungan dalam operasi itu. Mereka berbicara kepada kantor berita AP pada kondisi anonimitas.

Serangan April 2015 di Universitas Garissa, 365km timur laut dari ibukota Kenya Nairobi, menewaskan 148 orang, 142 dari mereka adalah mahasiswa.

Operasi itu dilakukan oleh empat orang bersenjata dari kelompok Al-Shabab.

Serangan itu merupakan yang paling berdarah di Kenya sejak Al-Qaeda mengebom kedutaan besar AS di Nairobi pada 1998 yang menewaskan 213 orang.

Selasa, 31 Mei 2016

Mantan Presiden Chad Dihukum Seumur Hidup Karena Kejahatan Perang



Mantan Presiden Chad Hissene Habre telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena "kejahatan terhadap kemanusiaan" dan "kejahatan perang" yang dilakukan selama menjabat pada 1982 - 1990.

Sebuah pengadilan khusus yang didukung oleh Uni Afrika mengumumkan vonis itu di ibukota Senegal, Dakar, Senin (30/5).

Dikutip dari MirajNews.com/id, selama persidangan, Habre berulang kali menolak menerima legitimasi dari Extraordinary African Chamber, pengadilan khusus yang dibentuk untuk mengadili mantan diktator Chad tersebut.

Selama sidang pertamanya pada 20 Juli 2015, Habre telah berteriak, "Ini bukan pengadilan, ini lelucon!"
Menurutnya, ia adalah korban dari "neokolonialisme".

Pengadilan juga membuktikan dia bersalah melakukan pemerkosaan, penyiksaan dan perbudakan seksual.
Ratusan orang, termasuk pendukung dan korban kejahatan Habre turut menghadiri persidangan.

Habre adalah presiden ketujuh Cha  yang memerintah negara Afrika tengah itu dengan tangan besi pada 1982-1990, hingga digulingkan oleh Idriss Deby, Presiden Chad saat ini.

Dalam seperempat abad sejak penggulingannya, Habre telah tinggal di pengasingannya di Senegal.

Selama 19 bulan penyelidikan, pihak berwenang Senegal bekerja sama dengan Uni Afrika mendakwa Habre pada pertengahan 2013, karena kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dakwaan itu menempatkan dia di bawah penahanan sementara.

Mantan penguasa militer itu telah menggulingkan Presiden Goukouni Oueddei pada tahun 1982.
Menurut kelompok HAM Chad dan internasional, Habre bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang.