Rabu, 02 Desember 2015

Negara Harapan Ketiga Bagi ISIS

ISIS di Libya (Al Jazeera)
PBB dalam laporannya Selasa (1 Desember 2015) memperingatkan, kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) mengeksploitasi ketidakstabilan politik di Libya untuk memperluas pengaruhnya di sana.

Selasa, 01 Desember 2015

Aktivis Gay Uganda Kecewa Kepada Paus

Gay di Uganda (Joopea.com)
Aktivis hak-hak gay di Uganda menyatakan kekecewaan mereka karena Vatikan tidak menanggapi permintaan mereka untuk pertemuan dengan Paus.

Paus Francis Rayakan Misa Untuk Martir di Uganda

Gadis-gadis Uganda. (AFP)
Dalam tur Afrikanya di Uganda, Paus Francis merayakan Misa di depan ratusan ribu warga Uganda, Sabtu, 29 November 2015.

Paus Kunjungi Muslim yang Dikepung Milisi Kristen


Paus Francis bersama Imam Moussa di PK5, Bangui (AP)
Paus Francis megunjungi lingkungan komunal sensitif di ibukota Republik Afrika Tengah (CAR) dan mendatangi masjid yang terkepung oleh komunitas mayoritas Kristen, Senin (30/11).

Inilah Pemimpin Baru Burkina Faso

Roch Marc Christian Kabore (Bayiri.com)
Rakyat Burkina Faso akhirnya memilih Roch Marc Christian Kabore sebagai pemimpin baru bangsa itu, setelah melalui pemilu nasional bersejarah pada Ahad (29/11/2015).

Sabtu, 28 November 2015

Tanpa Compaore, Pemilu Burkina Faso Bersejarah

Kampanye pemilu di Burkina Faso (Joe Penney/Reuters)
Pemilu di Burkina Faso pada Ahad, 29 November 2015, akan menjadi pemungutan suara bersejarah, karena tidak menempatkan prsiden lama Blaise Compaore sebagai kandidat, setelah lebih 25 tahun terakhir.

Jumat, 27 November 2015

Mali Tangkap Dua Tersangka Penyerang Hotel Bamako

Polisi Mali (Foto: AFP)
Pemerintah Mali mengatakan telah menangkap dua orang yang diduga memiliki hubungan dengan penyerang di sebuah hotel mewah di Bamako pekan lalu.
Juru bicara kementerian keamanan Mali, Amadou Sangho, mengatakan pada Kamis (26/11), tetapi tidak mengungkapkan identitas dan peran tersangka dalam serangan di Hotel Radisson Blu, Mi’rajIslamic News Agency (MINA) memberitakannya.
Sebuah sumber yang dekat dengan penyidik mengatakan kepada kantor berita Reuters, tersangka dibawa untuk diinterogasi berdasarkan informasi yang ditemukan pada salah satu ponsel penyerang.
Salah satu dari tersangka secara teratur berkomunikasi sejak Agustus.
Jumat pekan lalu, beberapa orang bersenjata menyandera 170 tamu dan staf hotel yang berlangsung sekitar sembilan jam Jumat pekan lalu, sebelum pasukan Mali dan internasional menyerbu hotel.
Dua puluh orang tewas, termasuk 14 warga asing, bersama dengan dua penyerang, sementara sembilan orang terluka.
Menteri Keamanan Mali Salif Traore mengatakan pada Kamis, hanya ada dua penyerang yang bersenjatakan AK-47 senapan serbu.
"Mereka melepaskan tembakan dari pintu masuk hotel, di lobi, restoran, berbagai koridor. Mereka menembaki orang tanpa pandang bulu," katanya kepada parlemen negara itu.
Kelompok Al-Murabitoun yang berafiliasi dengan Al-Qaeda telah mengklaim berada di belakang serangan Jumat itu.
Dua hari kemudian, kelompok bersenjata lain dari pusat Mali, Front Pembebasan Macina (LWF), juga mengaku bertanggung jawab. 

(Sumber: Mirajnews.com/id)